PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Menurut Dewa Ketut Sukardi bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada seseorang
(individu) atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi
pribadi. Pribadi yang mandiri, kemandirian ini mencakup lima fungsi pokok yang
hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri yaitu : a) Mengenal diri sendiri dan
lingkungannya, b) Menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan
dinamis, c) Mengambil keputusan, d) Mengarahkan diri dan, e) Mewujudkan diri.[1]
Sedangkan
menurut Hallen A. bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada
individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya ia sanggup mengarajkan
dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan
lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, serta kehidupan umumnya. Dengan
demikian ia dapat mengecap kebahagiaan hidup dan dapat memberikan sumbangan
yang berarti bagi kehidupan masyarakat umumnya. Bimbingan membantu individu
mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial.[2]
Dari
dua pendapat diatas dapat penulis pahami bahwa yang dimaksud dengan bimbingan
adalah suatu proses pemberian bantuan yang diberikan kepada seseorang atau
kelompok agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.
Adapun
konseling menurut Prayitno adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap
muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan
kemampuan. Kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar.
Dalam hal ini konseling dibantu untik memahami diri sendiri, keadaan sekadang
dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan
potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.
Lebih lanjut konseling dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan
menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.[3]
Berdasarkan
pendapat tersebut maka penulis dapat memahami arti dari konseling adalah
hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka oleh konselor dan konseling
dalam rangka memecahkan suatu masalah yang dihadapi konseling agar dapat
menghasilkan suatu keputusan yang bermanfaat bagi konsling atau orang yang bermasalah.
Berdasarkan
uraian diatas dapatlah penulis simpulkan bahwa bimbingan dan konseling
merupakan suatu kegiatan berupa bantuan dan tuntunan yang dibeirkan kepada
individu untuk meningkatkan prestasi belajar.
No comments:
Post a Comment