Showing posts with label bimbingan konseling. Show all posts
Showing posts with label bimbingan konseling. Show all posts

Sunday, 21 August 2016

BIMBINGAN DAN KONSELING


PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Menurut Dewa Ketut Sukardi bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi. Pribadi yang mandiri, kemandirian ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri yaitu : a) Mengenal diri sendiri dan lingkungannya, b) Menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamis, c) Mengambil keputusan, d) Mengarahkan diri dan, e) Mewujudkan diri.[1]
Sedangkan menurut Hallen A. bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya ia sanggup mengarajkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, serta kehidupan umumnya. Dengan demikian ia dapat mengecap kebahagiaan hidup dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kehidupan masyarakat umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk sosial.[2]
Dari dua pendapat diatas dapat penulis pahami bahwa yang dimaksud dengan bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang diberikan kepada seseorang atau kelompok agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.
Adapun konseling menurut Prayitno adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan. Kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseling dibantu untik memahami diri sendiri, keadaan sekadang dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseling dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.[3]
Berdasarkan pendapat tersebut maka penulis dapat memahami arti dari konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka oleh konselor dan konseling dalam rangka memecahkan suatu masalah yang dihadapi konseling agar dapat menghasilkan suatu keputusan yang bermanfaat bagi konsling atau orang yang bermasalah.
Berdasarkan uraian diatas dapatlah penulis simpulkan bahwa bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan berupa bantuan dan tuntunan yang dibeirkan kepada individu untuk meningkatkan prestasi belajar.


[1] Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling Disekolah, Rineka Cipta, Jakarta, 2002, h. 20.
[2] Hallen A. Bimbingan dan Konseling, Ciputat Pers. Jakarta 2002, h. 5
[3] Prayitno, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Rineka Cipta. Jakarta, 1999, h. 101

Sunday, 7 August 2016

PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI AKHLAK SISWA



 Beberapa Peranan Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Akhlak Siswa

Dalam dunia pendidikan guuru tidak hanya mengajarkan materi tetapi juga harus membina akhlak dan mora siswa. dan identikya pada sekolah-sekolah pada umumnya tugas ini menjadi tugas khusus dari guru bimbingan konseling.   
Pengalaman menunjukkan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi. Sering kegagalan itu terjadi disebabkan mereka tidak mendapat layanan bimbingan yang memadai, maka dari itu untuk membantu anak dalam meningkatkan akhlaknya peranan guru sangat diperlukan dalam hal ini. Peranan-peranan ini dibagi dalam 4 kelompok, diantaranya :
1)      Berperan sebagai pencegah, yang membantu anak menemukan cara-cara mengatasi persoalan, yang mungkin akan menjurus ke penyimpangan perkembangan mental atau tekanan jiwa atau timbulnya kelainan ataupun gangguan jiwa.
2)      Berperan memelihara anak sebagai pribadi yang sudah mencapai perkembangan, baik keseimbangan emosi maupun keserasian kepribadian, agar merupakan suatu kesatuan kepribadian yang kuat.
3)      Berperan dalam membantu, pembentukan penyesuaian diri, yakni dengan jalan membantu anak menghadapi, memahami dan memecahkan masalah untuk mencapai hasil yang optimal, baik dalam jenjang karier maupun dalam hubungan sosial.
4)      Berperan memperbaiki atau menyembuhkan bila terjadi penyimpangan atau kesulitan yang sudah berakar, membantu mencari akar daripada penyimpangan kenakalan, gangguannya, supaya dapat disembuhkan dan tercapai taraf kehidupan normal.[1]
semoga bermanfaat.....


[1] SinggihD.unarsa. Psikologi untuk Membimbing, PT BPK Gunung Mulia,Jakarta, 1992h. 20